Tampilkan postingan dengan label Feature. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Feature. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Januari 2011

Menyambung Hidup dari Sampah di Jalanan

Bagi sebagian kita, kemasan gelas plastik mungkin tak lagi berarti setelah airnya habis dikonsumsi. Namun, bagi pemulung, itu adalah berkah untuk bertahan hidup beberapa hari lagi.

Oleh : Andi Indra


Amatan media ini, disejumlah sudut kota selalu terlihat kaum miskin kota di pinggiran jalan. Selain itu, dibeberapa tempat strategis lainnya seperti pusat perbelanjaan seperti BNS, Golden Roti, juga terlihat orang-orang miskin mulai dari kalangan anak usia dini, sampai orang tua.

Mereka yang sudah memiliki anak dan tinggal memiliki keluarga terpaksa mengikutkan anaknya untuk turun mengais rezeki mencari plastic-plastik bekas seperti gelas aqua, untuk dikumpulkan kemudian dijual pada penada. Tak tanggung-tanggung, dua orang anak yang sangat kecil bahkan ikut memulung. Kondisi tersebut seharusnya menjadi perhatian khusus dari pemerintah.

Di era otonomi daerah, tuntutan kesejahteraan masyarakat merupakan tanggungjawab yang harus dipenuhi. Anak-anak usia dini yang tidak seharusnya turun tangan mencari plastic atau meminta-minta justru terbiarkan dimana-mana.

Kondisi itu terlihat di Jalan Kartini, setiap saya melintas di jalan tersebut, selalu saja terlihat seorang ibu dengan dua orang anaknya membawa dua buah karung yang berisi plastik bekas. Disaat panas matahari mencekam, ia terpaksa berteduh dibawah sebuah pepohonan. Anaknya, yang masih kecil dibaringkan dengan menggunakan alas sarung.

Dibeberapa tempat lain, para pemulung juga memanfaatkan acara-acara keramaian seperti ketika terjadi demonstrasi. Mereka datang dan memanfaatkan moment tersebut untuk memungut gelas aqua bekas dari para demonstrasi. Bukan hanya itu, di kampus Untad, juga terlihat banyaknya pemulung. Kampus tersebut dianggap sebagai lahan untuk mengumpulkan gelas-gelas aqua sebanyak-banyaknya.

Marni (45), salah seorang pemulung di kota ini yang tinggal di lorong bakso mengaku dirinya memulung untuk menyambung hidup bersama dua orang anaknya. Meski harga gelas aqua terbilang murah untuk kondisi perekonomian sekarang, namun Marni tetap eksis setiap harinya mencari plastic bekas.

Ia mengaku dalam satu hari, ia bisa mengumpulkan hingga satu hingga dua karung. Hasilnya dikumpul selama satu bulan kemudian dijual kepada penada. Dalam satu bulan, Marni biasa mendapatkan hasil mulai dari Rp 60 ribu dan paling banyak Rp 120ribu.

“Harganya Rp3000 per kilo. Jadi kalau 10 kilo, berarti Rp30ribu. Biasa dalam satu bulan dapat sampai R120 ribu,”ujarnya saat dijambangi media ini.

Ketika saya berbicang-bicang tentang kondisi kehidupannya, ia bercerita tentang kesulitan ekonominya. Penghasilannya yang tidak menentu. Meski demikian, Marni mengaku tidak putus asa dalam menjalani kehidupan yang serba apa adanya. Kadang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, kadang juga kekurangan.

Tapi ia bercerita dengan ringan saja sepertinya kehidupan seperti itu adalah biasa, ia tidak seperti memikul beban berat. ***

Kamis, 23 Desember 2010

Kesadaran Diri Kunci Cegah Seks Bebas

Seks bebas dianggap sebagai gaya hidup atau bagian dari pergaulan merupakan pemicu tingginya seks bebas di kalangan remaja. Berikut catatan dari dialog remaja “50 Persen Remaja Lakukan Seks Bebas, Tanggungjawab Siapa?” yang digelar di Aula SMK 2 Palu, Rabu (22/12).

Laporan: Andi Indra

Perilaku seks bebas sangat beresiko, bahkan merusak moral sebagai manusia beragama. Demikian Kushindarwito, Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, BKKBN Sulteng memulai materi.

Menurut dia, remaja saat ini diwarnai sejumlah fenomena antara lain usia pubertas rata-rata remaja yang lebih dini, kurang memadainya pengetahuan tentang proses kesehatan reproduksi, miskinnya pelayanan dan bimbingan kesehatan reproduksi, serta tingginya pengaruh budaya barat melalui berbagai media massa seperti kaset VCD porno.

Bagi wanita, seks bebas menyebabkan ketidakteraturan proses menstruasi dan kehamilan tak diinginkan (KTD). Bahkan seks bebas bisa menyebabkan Infeksi Menular Seksual (IMS) termasuk HIV/AIDS, tak pilih lelaki maupun wanita.

“Kehamilan yang tidak direncanakan walaupun dirasakan langsung oleh perempuan, tetapi remaja pria juga akan merasakan dampaknya karena harus bertanggung jawab,” ujarnya.
Jika sudah mengalami KTD, hanya dua hal yang bisa dilakukan, mempertahankan kehamilan atau mengakhirinya melalui aborsi.

Pemimpin Redaksi Harian Mercusuar Andono Wibisono, mengatakan survei Lembaga Pengabdian Masyarakat Untad pada Agustus 2010 menyebutkan empat dari 10 remaja Palu telah melakukan hubungan seksual. Pada satu kasus, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sulteng menemukan anak seragam SMP yang sementara ‘jajan’ di kawasan lokalisasi Tondo Kiri.

Pada kasus tersebut, WTSnya kaget karena kemaluan si remaja berdarah. Bahkan, Mercusuar pernah memberitakan adanya anak SMP yang melakukan tindakan aborsi.

Untuk mencegah terjadinya peningkatan perilaku seks terhadap remaja, diperlukan kesadaran, baik terhadap diri sendiri, para pendidik, orangtua, ulama, pengelola televisi, media massa dan tentunya pemerintah.

“Yang paling penting adalah memunculkan kesadaran diri terhadap anak agar bisa menghindari perilaku seks bebas dengan memberikan muatan-muatan tentang bahaya seks bebas,” tuturnya. Hadir dalam dialog itu, pemerhati kesehatan Mashudin MKes.***

Senin, 25 Oktober 2010

Ikan Teluk Palu Berkurang


Beberapa tahun terakhir, hasil tangkapan ikan nelayan di Teluk Palu mulai berkurang. Kurangnya hasil tangkapan, membuat pendapatan nelayan makin tidak menentu.

Laporan: Andi Indra

Kurangnya hasil tangkap diakui Arwin (43), salah seorang nelayan di Teluk Palu. Biasanya, dia berhasil menangkap ikan mencapai 200-300 ekor atau dua ember. Namun, lima tahun terkahir, ia sudah tidak pernah lagi menangkap ikan dengan jumlah tersebut.

“Sudah tidak pernah saya menangkap ikan seperti dulu. Kalau sekarang, biasa ikan yang ditangkap hanya sampai 20-30 ekor. Susah sekal dapat ikan sekarang,” ujarnya kepada Mercusuar beberapa waktu lalu.

Bahkan, lanjut Arwin, kadang-kadang dalam satu hari, tangkapan ikannya hanya diperuntukkan untuk menutupi biaya hidup dalam sehari. Bahkan, pernah dalam satu hari melaut, ia tidak mendapatkan ikan.

“Kalau hanya mengharap ikan di Teluk Palu sekarang sudah susah. Tidak seperti dulu, biar memancing bisa dapat ikan,” terangnya.

Menurut Arwin, larinya ikan-ikan dilaut itu disebabkan karena beberapa faktor seperti limbah laut, pemutusan bagan di Teluk Palu, seta reklamasi pantai. Ikan-ikan di teluk Palu menjauh karena kondisi ekosistem laut yang rusak. “Bagaimana mau datang kalau tidak ada rumah-rumah yang ditempati bermain. Sama seperti manusia, kalau cuma hutan semua tidak ada rumah, bagaimana mau menetap disitu,” tandas Arwin senada mencontohkan.

Olehnya, sebagai nelayan yang hanya mengharapkan hidup dengan hasil tangkapan ikan, ia berharap kepada pemerintah jangan hanya menguntungkan pihak pengusaha besar, nelayan miskin dilaut di lupakan. Selain itu, pemerintah juga diharapkan untuk tegas khususnya dalam penanganan limbah masyarakat. **

Rabu, 06 Oktober 2010

FOKKERMAPI yang Sempat Vakum Kemudian Bangkit di Tengah Krisis

Forum Komunikasi dan Kerjasama Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Indonesia (FOKKERMAPI) merupakan bagian dari mahasiswa yang mengkaji ilmu sosial dan ilmu politik. Pada dimensi akademik, FOKKERMAPI merupakan aset intelektual bangsa yang sarat dengan makna.
Dalam kerangka organisasi, komunitas ini berfungsi sebagai satu organisasi dan sarana untuk mengembangkan kadar keilmuan serta pemahaman realitas secara obyektif untuk menanamkan kepedulian terhadap problematika sosial politik dan ketatanegaraan melalui jalur akademisi.

Oleh : Andi Imran Hamid
FOKKERMAPI merupakan suatu organisasi mahasiswa ilmu pemerintahan tingkat nasional. Secara historis, munculnya FOKKERMAPI mempunyai makna yang sangat luas. Organisasi ini cikal bakalnya berawal dari Pertemuan Mahasiswa Pemerintahan Indonesia (PMPI) yakni PMPI pertama di Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar yang kemudian menghasilkan deklarasi Tanah Toraja, kemudian PMPI kedua di Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, yang menghasilkan deklarasi Borobudur, dan PMPI ketiga di Universitas Islam Riau (UIR) Pekan Baru, hingga terbentuknya FOKKERMAPI pada PMPI keempat di Universitas Lanlang Buana (UNLA) Bandung tanggal 12 Oktober 1994.

Dalam perkembangannya, FOKKERMAPI mengalami kevakuman selama kurang lebih 10 tahun. Namun dirintis kembali dalam Government Science Forum pada tanggal 27 Januari 2006 di UNHAS Makassar, yang kemudian dilanjutkan kembali di UNPAD Bandung pada tanggal 19 Januari 2007 dengan nama Forum Komunikasi dan Kerjasama Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Se-Indonesia (FOKKERMAPI).

Tak hanya sampai disitu, FOKKERMAPI terus mengembangkan gaungnya dan membuat rancangan AD/ ART di UGM pada tanggal 28 Juli 2007, yang selanjutnya disahkan pada Kongres FOKKERMAPI 2007 di UGM Yogyakarta.

Meskipun demikian, FOKKERMAPI mempunyai komitmen nasional untuk senantiasa berfikir dan bertindak kritis-analisis untuk menyalurkan mahasiswa ilmu pemerintahan se Indonesia dalam menunjang kesuksesan pembangunan bangsa dan Negara di tengah krisis kelembagaan pemerintahan saat ini.
Untuk mewujudkan cita dan komitemen tersebut, seluruh sivitas akademika khususnya himpunan mahasiswa ilmu pemerintahan tak henti-hentinya dan terus berupaya dalam menyemarakkan organisasi ini dengan menggali isu-isu aktual tentang sosial politik dan perkembangan ketatanegaraan.

Pada Musyawarah Wilayah (Muswil) V Sulawesi yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMIP) Universitas Tadulako (UNTAD) (tuan rumah, red), panitia mengambil tema utama yakni “mewujudkan eksistensi FOKKERMAPI dalam mendorong penguatan penyelenggaraan pemerintahan menuju percepatan pembangunan daerah di Indonesia”. Artinya, FOKKERMAPI adalah bagian yang tak terpisahkan dari pemerintah yang harus menjadi inisiator dalam mendorong serta memberi penguatan dalam penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia khususnya di daerah.

Pelaksanaan musyawarah wilayah dan Latihan Kepemimpinan Pemerintahan Tingkat Madya – Nasional (LKPTM-Nas) yang dirangkaikan dengan seminar nasional pemerintahan hari ini (Kamis, red), Ketua DPR RI Dr H Marzuki Alie akan menjadi pembicara utama dalam seminar tersebut. Kehadiran orang nomor satu senayan ini akan menjadi penentu dalam memutuskan arah kebijakan pelaksanaan pemerintahan baik secara nasional maupun kedaerahan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Untad, Drs Andi Maddukelleng M. Si, berharap agar kedatangan Ketua DPR RI untuk membuka Muswil sekaligus pembicara pada seminar nasional pemerintahan bisa menjadi ajang untuk menjawab semua persoalan bangsa kepada public khususnya dihadapan mahasiswa ilmu pemerintahan. Selain itu, tentunya dalam kegiatan ini diharapkan menghadirkan muatan-muatan positif terkait dengan pembangunan daerah khususnya di Provinsi Sulteng.**

Kamis, 25 Februari 2010

Dari Bedah Visi dan Misi Cabup Tolitoli di Forum KAHMI

Mendorong Pembangunan Berbasis Pedesaan dan Menata Kota Menuju Perubahan
‘Membangun desa menata kota menuju perubahan’. Demikian jargon perjuangan yang dipaparkan oleh pasangan calon bupati dan wakil bupati KabupatenTolitoli, H Iskandar A Nasir SH MM dan Supratman Andi Atgas SH MH, dalam acara bedah visi dan misi calon Bupati Tolitoli yang dilaksanakan oleh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) wilayah Tolitoli. Berikut laporan selengkapnya.

Laporan Andi Indra

Dalam memenuhi jargon perjuangannya untuk membangun desa menata kota menuju perubahan di daerah Kabupaten Tolitoli, pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Iskandar A Nasir dan Supratman Atgas, telah menangkap beberapa permasalahan yang terjadi di beberapa desa di yang ada di wilayah kota cengkeh itu.
Misalnya saja, permasalahan banjir yang kerap melanda kota Tolitoli ketika musim hujan tiba. Hanya dengan curahan huja 3-5 jam saja, banjir pasti terjadi di kota Tolitoli, terutama di beberapa wilayah kawasan rendah seperti Kelurahan Tuweley, Kelurahan Baru, Kelurahan Panasakan, Kelurahan Nalu dan Sidoarjo.
Pasangan Iskandar-Maman yang disingkat ‘Iman’ mengungkapkan bahwa banjir yang kerap melanda Kota Tolitoli dan sekitarnya tidak lain adalah sebagai dampak dari pendangkalan sungai, penebangan hutan di pinggir kota yang tidak memperhatikan dampak lingkungan.
“Masalah ini akan menjadi program skala prioritas kami dalam menawarkan solusi penangkal banjir dengan normalisasi sungai dan pembangunan drainase-drainas, khususnya di daerah yang rawan banjir, serta pembangunan kanal-kanalan dalam kota,”ujar H Iskandar A Nasir kepada Garda Sulteng usai acara bedah visi misi yang dilangsungkan di Hotel Suryadi.
Selain permasalahan banjir, persoalan listrik juga menjadi program prioritasnya jika nantinya dipercayakan sebagai Bupati Tolitoli periode 2010-2015. Menurutnya, selama ini, Kota Tolitoli dikenal sebagai kota yang gelap dimalam hari dikarenakan masih terbatasnya penerangan listrik. Beberapa jalan protokol seperti jalur Usman Binol terlihat terang karena adanya penerangan dari lampu iklan rokok. Masalah ini, menurut Iskandar, juga menjadi perhatian serius untuk secepatnya diberikan penanganannya, sehingga kota tolitoli bisa lebih indah dengan lampu penerangan yang baik.
Untuk mengatasi keterbatasan tenaga listrik di Kabupaten Tolitoli, iapun menawarkan solusi dari hal tersebut untuk membangun tata ruang kelistrikan daerah dengan memanfaatkan sumber daya alam seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) serta Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLT-MH). Selain itu, ia juga akan menawarkan untuk membuka ruang investasi kelistrikan bagi investor yang bergerak dibidang kelistrikan.
Selain persoalan listrik, program lain yang menjadi ruang lingkup dalam visi dan misi pasangan Iman adalah program kebersihan, keindahan, dan ketertiban (K3). Program ini juga menjadi perhatian dari pasangan Iman sebab ada beberapa sudut Kota Tolitoli yang terlihat masih semrawut dan belum tertata dengan baik seperti Pusat Pasar Bumi Harapan, dan beberapa sudut pemukiman masyarakat kota. program K3 yang selama ini sudah di canangkan oleh Bupati Tolitoli Drs H M Ma’ruf Bantilan MM, akan semakin digalakkan, dan penanggulangan dan pengelolaan sampah akan semakin di efektifkan.
Selain itu pula, pasangan Iman melihat pelayanan kesehatan, jasa dan pendidikan juga membutuhkan penanganan yang lebih serius lagi serta ditingkatkan untuk menjadi lebih baik.
Dalam kaitannya dengan permasalahan di wilayah pedesaan yang notabene adalah sentra produktif, pasangan ini telah menemukan secara jeli atas permasalahan antara lain kualitas produk pertanian. Sumber daya manusia petani yang mengelola sektor pertanian masih tergolong rendah dengan perangkat pertanian yang belum memadai.
Untuk diwilayah pedesaan, pasangan Iman menawarkan solusi untuk menjadi program prioritas diantaranya membangun sarana dan prasarana pedesaan, seperti pengairan, irigasi, jaringan jalan, peralatan mesin, lingkungan pemukiman, membangun akses perhubungan darat terutama yang berhubungan dengan kantong-kantong produksi pertanian, perkebunan, serta perikanan dan kelautan.
“Ya, kita ingin mendorong upaya pembangunan yang berbasis pedesaan. Kota tinggal ditata agar tidak terjadi banjir, terlihat bersih, kebutuhan tenaga listrik terpenuhi, kemudian pembangunan di pedesaan semakin di tingkatkan untuk lebih baik,”tutupnya.***

Dari Bedah Visi dan Misi Cabup Tolitoli di Forum KAHMI

Mendorong Pembangunan Berbasis Pedesaan dan Menata Kota Menuju Perubahan
‘Membangun desa menata kota menuju perubahan’. Demikian jargon perjuangan yang dipaparkan oleh pasangan calon bupati dan wakil bupati KabupatenTolitoli, H Iskandar A Nasir SH MM dan Supratman Andi Atgas SH MH, dalam acara bedah visi dan misi calon Bupati Tolitoli yang dilaksanakan oleh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) wilayah Tolitoli. Berikut laporan selengkapnya.

Laporan Andi Indra

Dalam memenuhi jargon perjuangannya untuk membangun desa menata kota menuju perubahan di daerah Kabupaten Tolitoli, pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Iskandar A Nasir dan Supratman Atgas, telah menangkap beberapa permasalahan yang terjadi di beberapa desa di yang ada di wilayah kota cengkeh itu.
Misalnya saja, permasalahan banjir yang kerap melanda kota Tolitoli ketika musim hujan tiba. Hanya dengan curahan huja 3-5 jam saja, banjir pasti terjadi di kota Tolitoli, terutama di beberapa wilayah kawasan rendah seperti Kelurahan Tuweley, Kelurahan Baru, Kelurahan Panasakan, Kelurahan Nalu dan Sidoarjo.
Pasangan Iskandar-Maman yang disingkat ‘Iman’ mengungkapkan bahwa banjir yang kerap melanda Kota Tolitoli dan sekitarnya tidak lain adalah sebagai dampak dari pendangkalan sungai, penebangan hutan di pinggir kota yang tidak memperhatikan dampak lingkungan.
“Masalah ini akan menjadi program skala prioritas kami dalam menawarkan solusi penangkal banjir dengan normalisasi sungai dan pembangunan drainase-drainas, khususnya di daerah yang rawan banjir, serta pembangunan kanal-kanalan dalam kota,”ujar H Iskandar A Nasir kepada Garda Sulteng usai acara bedah visi misi yang dilangsungkan di Hotel Suryadi.
Selain permasalahan banjir, persoalan listrik juga menjadi program prioritasnya jika nantinya dipercayakan sebagai Bupati Tolitoli periode 2010-2015. Menurutnya, selama ini, Kota Tolitoli dikenal sebagai kota yang gelap dimalam hari dikarenakan masih terbatasnya penerangan listrik. Beberapa jalan protokol seperti jalur Usman Binol terlihat terang karena adanya penerangan dari lampu iklan rokok. Masalah ini, menurut Iskandar, juga menjadi perhatian serius untuk secepatnya diberikan penanganannya, sehingga kota tolitoli bisa lebih indah dengan lampu penerangan yang baik.
Untuk mengatasi keterbatasan tenaga listrik di Kabupaten Tolitoli, iapun menawarkan solusi dari hal tersebut untuk membangun tata ruang kelistrikan daerah dengan memanfaatkan sumber daya alam seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) serta Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLT-MH). Selain itu, ia juga akan menawarkan untuk membuka ruang investasi kelistrikan bagi investor yang bergerak dibidang kelistrikan.
Selain persoalan listrik, program lain yang menjadi ruang lingkup dalam visi dan misi pasangan Iman adalah program kebersihan, keindahan, dan ketertiban (K3). Program ini juga menjadi perhatian dari pasangan Iman sebab ada beberapa sudut Kota Tolitoli yang terlihat masih semrawut dan belum tertata dengan baik seperti Pusat Pasar Bumi Harapan, dan beberapa sudut pemukiman masyarakat kota. program K3 yang selama ini sudah di canangkan oleh Bupati Tolitoli Drs H M Ma’ruf Bantilan MM, akan semakin digalakkan, dan penanggulangan dan pengelolaan sampah akan semakin di efektifkan.
Selain itu pula, pasangan Iman melihat pelayanan kesehatan, jasa dan pendidikan juga membutuhkan penanganan yang lebih serius lagi serta ditingkatkan untuk menjadi lebih baik.
Dalam kaitannya dengan permasalahan di wilayah pedesaan yang notabene adalah sentra produktif, pasangan ini telah menemukan secara jeli atas permasalahan antara lain kualitas produk pertanian. Sumber daya manusia petani yang mengelola sektor pertanian masih tergolong rendah dengan perangkat pertanian yang belum memadai.
Untuk diwilayah pedesaan, pasangan Iman menawarkan solusi untuk menjadi program prioritas diantaranya membangun sarana dan prasarana pedesaan, seperti pengairan, irigasi, jaringan jalan, peralatan mesin, lingkungan pemukiman, membangun akses perhubungan darat terutama yang berhubungan dengan kantong-kantong produksi pertanian, perkebunan, serta perikanan dan kelautan.
“Ya, kita ingin mendorong upaya pembangunan yang berbasis pedesaan. Kota tinggal ditata agar tidak terjadi banjir, terlihat bersih, kebutuhan tenaga listrik terpenuhi, kemudian pembangunan di pedesaan semakin di tingkatkan untuk lebih baik,”tutupnya.***

Dari Bedah Visi dan Misi Cabup Tolitoli di Forum KAHMI

Mendorong Pembangunan Berbasis Pedesaan dan Menata Kota Menuju Perubahan
‘Membangun desa menata kota menuju perubahan’. Demikian jargon perjuangan yang dipaparkan oleh pasangan calon bupati dan wakil bupati KabupatenTolitoli, H Iskandar A Nasir SH MM dan Supratman Andi Atgas SH MH, dalam acara bedah visi dan misi calon Bupati Tolitoli yang dilaksanakan oleh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) wilayah Tolitoli. Berikut laporan selengkapnya.
Laporan Andi Indra

Dalam memenuhi jargon perjuangannya untuk membangun desa menata kota menuju perubahan di daerah Kabupaten Tolitoli, pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Iskandar A Nasir dan Supratman Atgas, telah menangkap beberapa permasalahan yang terjadi di beberapa desa di yang ada di wilayah kota cengkeh itu.
Misalnya saja, permasalahan banjir yang kerap melanda kota Tolitoli ketika musim hujan tiba. Hanya dengan curahan huja 3-5 jam saja, banjir pasti terjadi di kota Tolitoli, terutama di beberapa wilayah kawasan rendah seperti Kelurahan Tuweley, Kelurahan Baru, Kelurahan Panasakan, Kelurahan Nalu dan Sidoarjo.
Pasangan Iskandar-Maman yang disingkat ‘Iman’ mengungkapkan bahwa banjir yang kerap melanda Kota Tolitoli dan sekitarnya tidak lain adalah sebagai dampak dari pendangkalan sungai, penebangan hutan di pinggir kota yang tidak memperhatikan dampak lingkungan.
“Masalah ini akan menjadi program skala prioritas kami dalam menawarkan solusi penangkal banjir dengan normalisasi sungai dan pembangunan drainase-drainas, khususnya di daerah yang rawan banjir, serta pembangunan kanal-kanalan dalam kota,”ujar H Iskandar A Nasir kepada Garda Sulteng usai acara bedah visi misi yang dilangsungkan di Hotel Suryadi.
Selain permasalahan banjir, persoalan listrik juga menjadi program prioritasnya jika nantinya dipercayakan sebagai Bupati Tolitoli periode 2010-2015. Menurutnya, selama ini, Kota Tolitoli dikenal sebagai kota yang gelap dimalam hari dikarenakan masih terbatasnya penerangan listrik. Beberapa jalan protokol seperti jalur Usman Binol terlihat terang karena adanya penerangan dari lampu iklan rokok. Masalah ini, menurut Iskandar, juga menjadi perhatian serius untuk secepatnya diberikan penanganannya, sehingga kota tolitoli bisa lebih indah dengan lampu penerangan yang baik.
Untuk mengatasi keterbatasan tenaga listrik di Kabupaten Tolitoli, iapun menawarkan solusi dari hal tersebut untuk membangun tata ruang kelistrikan daerah dengan memanfaatkan sumber daya alam seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) serta Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLT-MH). Selain itu, ia juga akan menawarkan untuk membuka ruang investasi kelistrikan bagi investor yang bergerak dibidang kelistrikan.
Selain persoalan listrik, program lain yang menjadi ruang lingkup dalam visi dan misi pasangan Iman adalah program kebersihan, keindahan, dan ketertiban (K3). Program ini juga menjadi perhatian dari pasangan Iman sebab ada beberapa sudut Kota Tolitoli yang terlihat masih semrawut dan belum tertata dengan baik seperti Pusat Pasar Bumi Harapan, dan beberapa sudut pemukiman masyarakat kota. program K3 yang selama ini sudah di canangkan oleh Bupati Tolitoli Drs H M Ma’ruf Bantilan MM, akan semakin digalakkan, dan penanggulangan dan pengelolaan sampah akan semakin di efektifkan.
Selain itu pula, pasangan Iman melihat pelayanan kesehatan, jasa dan pendidikan juga membutuhkan penanganan yang lebih serius lagi serta ditingkatkan untuk menjadi lebih baik.
Dalam kaitannya dengan permasalahan di wilayah pedesaan yang notabene adalah sentra produktif, pasangan ini telah menemukan secara jeli atas permasalahan antara lain kualitas produk pertanian. Sumber daya manusia petani yang mengelola sektor pertanian masih tergolong rendah dengan perangkat pertanian yang belum memadai.
Untuk diwilayah pedesaan, pasangan Iman menawarkan solusi untuk menjadi program prioritas diantaranya membangun sarana dan prasarana pedesaan, seperti pengairan, irigasi, jaringan jalan, peralatan mesin, lingkungan pemukiman, membangun akses perhubungan darat terutama yang berhubungan dengan kantong-kantong produksi pertanian, perkebunan, serta perikanan dan kelautan.
“Ya, kita ingin mendorong upaya pembangunan yang berbasis pedesaan. Kota tinggal ditata agar tidak terjadi banjir, terlihat bersih, kebutuhan tenaga listrik terpenuhi, kemudian pembangunan di pedesaan semakin di tingkatkan untuk lebih baik,”tutupnya.***