Selasa, 02 Maret 2010

Terkait Rencana Penutupan Tambang Emas Poboya

Walikota Palu Didesak Keluarkan Regulasi

Andi Indra (2/3/2010), Palu -
Sekretaris Umum (Sekum) Asosiasi Pengusaha Tambang Rakyat Indonesia (ASPERI), Andi Ridwan, menegaskan nasib para penambang emas di Poboya dan sekitarnya tergantung pada kemauan Walikota Palu H Rusdy Mastura untuk menandatangani Regulasi tambang rakyat di Poboya.

“Kalau Wali Kota tidak juga membuat Regulasi hingga deadline yang dikeluarkan oleh Kapolda pada 12 Maret mendatang yang paling bertanggungjawab adalah
Wali Kota,” kata Andi Ridwan saat jumpa Pers Senin (1/2).

Menurut Andi Ridwan, jika nantinya terjadi bentrok antara polisi dan rakyat di Poboya pada tanggal 12 Maret karena Polda terpaksa melakukan penegakan hukum, Wali Kota harus mengeluarkan Regulasi.

“Tinggal kemauan Wali Kota mengeluarkan Regulasi atau tidak. Kami minta Wali Kota tidak menutup mata dengan permasalahan ini,” pintanya.

lebih jauh Andi Ridwa mengbatakan bahwa jika sampai dengan tanggal 12 Maret Wali Kota tidak mengeluarkan Regulasi tambang rakyat, tmaka seluruh anggota ASPERI yang jumlahnya mencapai ribuan yang selama menggantungkan ekonomi di tambang emas Poboya akan bertenda di kantor Wali Kota.

Hal tersebut, tutur Ridwan, dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap Wali Kota yang dianggap tidak pro terhadap rakyat.

Kamis, 25 Februari 2010

Ratusan Mahasiswa Untad Duduki Rektorat

Tuntut Perbaikan Pelayanan di Bagian Keuangan
Andi Indra (25/2/2010) Palu -
Ratusan mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) yang tergabung dalam lembaga kemahasiswaan kemarin (25/2), kembali melakukan aksi demonstrasi di depan Rektorat Untad, Kampus Bumi Tadulako Tondo. Para demonstran menduduki rektorat Untad untuk menyampaikan keluhannya terhadap pelayanan di bagian keuangan yang dinilai mempersulit
mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan lembaga kemahasiswaan.
Selain itu, dalam aksinya yang dipimpin Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Untad (Bemut), Asral Lawahe, pendemo juga sekaligus menuntut agar Rektor Untad Drs H Sahabudin Mustapa M Si, segera mengganti Kasubag Keuangan Untad, Sahdia, karena dianggap mempersulit mahasiswa dalam melakukan pencairan dana.
“Saat mau mengajukan pencairan anggaran, mekanismenya terlalu berbelit-belit. Bahkan, anggaran yang diminta tidak sesuai dengan yang telah di disposisikan sehingga menghambat kesuksesan pelaksanaan kegiatan,”ujar para pendemo itu.
Selain itu, saat meminta pencairan anggaran kegiatan, pihak keuangan juga terkesan mempersulit mahasiswa untuk mencairkan anggaran sebagaimana yang telah di disposisikan karena bendahara meminta lebih awal pertanggungjawaban kegiatan baru dicairkan seluruhnya. Artinya, dana yang diberikan hanya setengah dari yang didisposisi, sisanya setelah laporan pertanggung jawaban diselesaikan, sementara kegiatan kemahasiswaan yang dibuat di tuntut agar pelaksanaannya maksimal.
“Bagaimana mungkin kegiatan bisa maksimal, sementara anggaran yang diairkan hanya setengahnya,”ujar Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Untad Yadin, saat menyampaikan keluhannya.
Dalam aksi tersebut, para pendemo diterima oleh Pembantu Rektor III Untad, Supriadi SH M Hum, Kepala Biro keuangan, Ridwan, dan Kasubag Keuangan Untad, Sahdiah.
Menanggapi aksi tersebut, Kepala Biro Keuangan Ridwan, mengaku bahwa pihaknya akan menampung aspirasi mahasiswa terkait dengan keluhannya dalam pengelolaan keuangan yang dinilai telah berbelit-belit dan menyusahkan mahasiswa. “Terimakasi, kami akan menampung segala aspirasi untuk penataan yang lebih baik. Saya senang dengan kritikan ini, yang penting untuk perbaikan,”ujarnya saat menerima pendemo itu.

Dari Bedah Visi dan Misi Cabup Tolitoli di Forum KAHMI

Mendorong Pembangunan Berbasis Pedesaan dan Menata Kota Menuju Perubahan
‘Membangun desa menata kota menuju perubahan’. Demikian jargon perjuangan yang dipaparkan oleh pasangan calon bupati dan wakil bupati KabupatenTolitoli, H Iskandar A Nasir SH MM dan Supratman Andi Atgas SH MH, dalam acara bedah visi dan misi calon Bupati Tolitoli yang dilaksanakan oleh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) wilayah Tolitoli. Berikut laporan selengkapnya.

Laporan Andi Indra

Dalam memenuhi jargon perjuangannya untuk membangun desa menata kota menuju perubahan di daerah Kabupaten Tolitoli, pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Iskandar A Nasir dan Supratman Atgas, telah menangkap beberapa permasalahan yang terjadi di beberapa desa di yang ada di wilayah kota cengkeh itu.
Misalnya saja, permasalahan banjir yang kerap melanda kota Tolitoli ketika musim hujan tiba. Hanya dengan curahan huja 3-5 jam saja, banjir pasti terjadi di kota Tolitoli, terutama di beberapa wilayah kawasan rendah seperti Kelurahan Tuweley, Kelurahan Baru, Kelurahan Panasakan, Kelurahan Nalu dan Sidoarjo.
Pasangan Iskandar-Maman yang disingkat ‘Iman’ mengungkapkan bahwa banjir yang kerap melanda Kota Tolitoli dan sekitarnya tidak lain adalah sebagai dampak dari pendangkalan sungai, penebangan hutan di pinggir kota yang tidak memperhatikan dampak lingkungan.
“Masalah ini akan menjadi program skala prioritas kami dalam menawarkan solusi penangkal banjir dengan normalisasi sungai dan pembangunan drainase-drainas, khususnya di daerah yang rawan banjir, serta pembangunan kanal-kanalan dalam kota,”ujar H Iskandar A Nasir kepada Garda Sulteng usai acara bedah visi misi yang dilangsungkan di Hotel Suryadi.
Selain permasalahan banjir, persoalan listrik juga menjadi program prioritasnya jika nantinya dipercayakan sebagai Bupati Tolitoli periode 2010-2015. Menurutnya, selama ini, Kota Tolitoli dikenal sebagai kota yang gelap dimalam hari dikarenakan masih terbatasnya penerangan listrik. Beberapa jalan protokol seperti jalur Usman Binol terlihat terang karena adanya penerangan dari lampu iklan rokok. Masalah ini, menurut Iskandar, juga menjadi perhatian serius untuk secepatnya diberikan penanganannya, sehingga kota tolitoli bisa lebih indah dengan lampu penerangan yang baik.
Untuk mengatasi keterbatasan tenaga listrik di Kabupaten Tolitoli, iapun menawarkan solusi dari hal tersebut untuk membangun tata ruang kelistrikan daerah dengan memanfaatkan sumber daya alam seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) serta Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLT-MH). Selain itu, ia juga akan menawarkan untuk membuka ruang investasi kelistrikan bagi investor yang bergerak dibidang kelistrikan.
Selain persoalan listrik, program lain yang menjadi ruang lingkup dalam visi dan misi pasangan Iman adalah program kebersihan, keindahan, dan ketertiban (K3). Program ini juga menjadi perhatian dari pasangan Iman sebab ada beberapa sudut Kota Tolitoli yang terlihat masih semrawut dan belum tertata dengan baik seperti Pusat Pasar Bumi Harapan, dan beberapa sudut pemukiman masyarakat kota. program K3 yang selama ini sudah di canangkan oleh Bupati Tolitoli Drs H M Ma’ruf Bantilan MM, akan semakin digalakkan, dan penanggulangan dan pengelolaan sampah akan semakin di efektifkan.
Selain itu pula, pasangan Iman melihat pelayanan kesehatan, jasa dan pendidikan juga membutuhkan penanganan yang lebih serius lagi serta ditingkatkan untuk menjadi lebih baik.
Dalam kaitannya dengan permasalahan di wilayah pedesaan yang notabene adalah sentra produktif, pasangan ini telah menemukan secara jeli atas permasalahan antara lain kualitas produk pertanian. Sumber daya manusia petani yang mengelola sektor pertanian masih tergolong rendah dengan perangkat pertanian yang belum memadai.
Untuk diwilayah pedesaan, pasangan Iman menawarkan solusi untuk menjadi program prioritas diantaranya membangun sarana dan prasarana pedesaan, seperti pengairan, irigasi, jaringan jalan, peralatan mesin, lingkungan pemukiman, membangun akses perhubungan darat terutama yang berhubungan dengan kantong-kantong produksi pertanian, perkebunan, serta perikanan dan kelautan.
“Ya, kita ingin mendorong upaya pembangunan yang berbasis pedesaan. Kota tinggal ditata agar tidak terjadi banjir, terlihat bersih, kebutuhan tenaga listrik terpenuhi, kemudian pembangunan di pedesaan semakin di tingkatkan untuk lebih baik,”tutupnya.***

Dari Bedah Visi dan Misi Cabup Tolitoli di Forum KAHMI

Mendorong Pembangunan Berbasis Pedesaan dan Menata Kota Menuju Perubahan
‘Membangun desa menata kota menuju perubahan’. Demikian jargon perjuangan yang dipaparkan oleh pasangan calon bupati dan wakil bupati KabupatenTolitoli, H Iskandar A Nasir SH MM dan Supratman Andi Atgas SH MH, dalam acara bedah visi dan misi calon Bupati Tolitoli yang dilaksanakan oleh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) wilayah Tolitoli. Berikut laporan selengkapnya.

Laporan Andi Indra

Dalam memenuhi jargon perjuangannya untuk membangun desa menata kota menuju perubahan di daerah Kabupaten Tolitoli, pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Iskandar A Nasir dan Supratman Atgas, telah menangkap beberapa permasalahan yang terjadi di beberapa desa di yang ada di wilayah kota cengkeh itu.
Misalnya saja, permasalahan banjir yang kerap melanda kota Tolitoli ketika musim hujan tiba. Hanya dengan curahan huja 3-5 jam saja, banjir pasti terjadi di kota Tolitoli, terutama di beberapa wilayah kawasan rendah seperti Kelurahan Tuweley, Kelurahan Baru, Kelurahan Panasakan, Kelurahan Nalu dan Sidoarjo.
Pasangan Iskandar-Maman yang disingkat ‘Iman’ mengungkapkan bahwa banjir yang kerap melanda Kota Tolitoli dan sekitarnya tidak lain adalah sebagai dampak dari pendangkalan sungai, penebangan hutan di pinggir kota yang tidak memperhatikan dampak lingkungan.
“Masalah ini akan menjadi program skala prioritas kami dalam menawarkan solusi penangkal banjir dengan normalisasi sungai dan pembangunan drainase-drainas, khususnya di daerah yang rawan banjir, serta pembangunan kanal-kanalan dalam kota,”ujar H Iskandar A Nasir kepada Garda Sulteng usai acara bedah visi misi yang dilangsungkan di Hotel Suryadi.
Selain permasalahan banjir, persoalan listrik juga menjadi program prioritasnya jika nantinya dipercayakan sebagai Bupati Tolitoli periode 2010-2015. Menurutnya, selama ini, Kota Tolitoli dikenal sebagai kota yang gelap dimalam hari dikarenakan masih terbatasnya penerangan listrik. Beberapa jalan protokol seperti jalur Usman Binol terlihat terang karena adanya penerangan dari lampu iklan rokok. Masalah ini, menurut Iskandar, juga menjadi perhatian serius untuk secepatnya diberikan penanganannya, sehingga kota tolitoli bisa lebih indah dengan lampu penerangan yang baik.
Untuk mengatasi keterbatasan tenaga listrik di Kabupaten Tolitoli, iapun menawarkan solusi dari hal tersebut untuk membangun tata ruang kelistrikan daerah dengan memanfaatkan sumber daya alam seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) serta Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLT-MH). Selain itu, ia juga akan menawarkan untuk membuka ruang investasi kelistrikan bagi investor yang bergerak dibidang kelistrikan.
Selain persoalan listrik, program lain yang menjadi ruang lingkup dalam visi dan misi pasangan Iman adalah program kebersihan, keindahan, dan ketertiban (K3). Program ini juga menjadi perhatian dari pasangan Iman sebab ada beberapa sudut Kota Tolitoli yang terlihat masih semrawut dan belum tertata dengan baik seperti Pusat Pasar Bumi Harapan, dan beberapa sudut pemukiman masyarakat kota. program K3 yang selama ini sudah di canangkan oleh Bupati Tolitoli Drs H M Ma’ruf Bantilan MM, akan semakin digalakkan, dan penanggulangan dan pengelolaan sampah akan semakin di efektifkan.
Selain itu pula, pasangan Iman melihat pelayanan kesehatan, jasa dan pendidikan juga membutuhkan penanganan yang lebih serius lagi serta ditingkatkan untuk menjadi lebih baik.
Dalam kaitannya dengan permasalahan di wilayah pedesaan yang notabene adalah sentra produktif, pasangan ini telah menemukan secara jeli atas permasalahan antara lain kualitas produk pertanian. Sumber daya manusia petani yang mengelola sektor pertanian masih tergolong rendah dengan perangkat pertanian yang belum memadai.
Untuk diwilayah pedesaan, pasangan Iman menawarkan solusi untuk menjadi program prioritas diantaranya membangun sarana dan prasarana pedesaan, seperti pengairan, irigasi, jaringan jalan, peralatan mesin, lingkungan pemukiman, membangun akses perhubungan darat terutama yang berhubungan dengan kantong-kantong produksi pertanian, perkebunan, serta perikanan dan kelautan.
“Ya, kita ingin mendorong upaya pembangunan yang berbasis pedesaan. Kota tinggal ditata agar tidak terjadi banjir, terlihat bersih, kebutuhan tenaga listrik terpenuhi, kemudian pembangunan di pedesaan semakin di tingkatkan untuk lebih baik,”tutupnya.***

Dari Bedah Visi dan Misi Cabup Tolitoli di Forum KAHMI

Mendorong Pembangunan Berbasis Pedesaan dan Menata Kota Menuju Perubahan
‘Membangun desa menata kota menuju perubahan’. Demikian jargon perjuangan yang dipaparkan oleh pasangan calon bupati dan wakil bupati KabupatenTolitoli, H Iskandar A Nasir SH MM dan Supratman Andi Atgas SH MH, dalam acara bedah visi dan misi calon Bupati Tolitoli yang dilaksanakan oleh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) wilayah Tolitoli. Berikut laporan selengkapnya.
Laporan Andi Indra

Dalam memenuhi jargon perjuangannya untuk membangun desa menata kota menuju perubahan di daerah Kabupaten Tolitoli, pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Iskandar A Nasir dan Supratman Atgas, telah menangkap beberapa permasalahan yang terjadi di beberapa desa di yang ada di wilayah kota cengkeh itu.
Misalnya saja, permasalahan banjir yang kerap melanda kota Tolitoli ketika musim hujan tiba. Hanya dengan curahan huja 3-5 jam saja, banjir pasti terjadi di kota Tolitoli, terutama di beberapa wilayah kawasan rendah seperti Kelurahan Tuweley, Kelurahan Baru, Kelurahan Panasakan, Kelurahan Nalu dan Sidoarjo.
Pasangan Iskandar-Maman yang disingkat ‘Iman’ mengungkapkan bahwa banjir yang kerap melanda Kota Tolitoli dan sekitarnya tidak lain adalah sebagai dampak dari pendangkalan sungai, penebangan hutan di pinggir kota yang tidak memperhatikan dampak lingkungan.
“Masalah ini akan menjadi program skala prioritas kami dalam menawarkan solusi penangkal banjir dengan normalisasi sungai dan pembangunan drainase-drainas, khususnya di daerah yang rawan banjir, serta pembangunan kanal-kanalan dalam kota,”ujar H Iskandar A Nasir kepada Garda Sulteng usai acara bedah visi misi yang dilangsungkan di Hotel Suryadi.
Selain permasalahan banjir, persoalan listrik juga menjadi program prioritasnya jika nantinya dipercayakan sebagai Bupati Tolitoli periode 2010-2015. Menurutnya, selama ini, Kota Tolitoli dikenal sebagai kota yang gelap dimalam hari dikarenakan masih terbatasnya penerangan listrik. Beberapa jalan protokol seperti jalur Usman Binol terlihat terang karena adanya penerangan dari lampu iklan rokok. Masalah ini, menurut Iskandar, juga menjadi perhatian serius untuk secepatnya diberikan penanganannya, sehingga kota tolitoli bisa lebih indah dengan lampu penerangan yang baik.
Untuk mengatasi keterbatasan tenaga listrik di Kabupaten Tolitoli, iapun menawarkan solusi dari hal tersebut untuk membangun tata ruang kelistrikan daerah dengan memanfaatkan sumber daya alam seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) serta Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLT-MH). Selain itu, ia juga akan menawarkan untuk membuka ruang investasi kelistrikan bagi investor yang bergerak dibidang kelistrikan.
Selain persoalan listrik, program lain yang menjadi ruang lingkup dalam visi dan misi pasangan Iman adalah program kebersihan, keindahan, dan ketertiban (K3). Program ini juga menjadi perhatian dari pasangan Iman sebab ada beberapa sudut Kota Tolitoli yang terlihat masih semrawut dan belum tertata dengan baik seperti Pusat Pasar Bumi Harapan, dan beberapa sudut pemukiman masyarakat kota. program K3 yang selama ini sudah di canangkan oleh Bupati Tolitoli Drs H M Ma’ruf Bantilan MM, akan semakin digalakkan, dan penanggulangan dan pengelolaan sampah akan semakin di efektifkan.
Selain itu pula, pasangan Iman melihat pelayanan kesehatan, jasa dan pendidikan juga membutuhkan penanganan yang lebih serius lagi serta ditingkatkan untuk menjadi lebih baik.
Dalam kaitannya dengan permasalahan di wilayah pedesaan yang notabene adalah sentra produktif, pasangan ini telah menemukan secara jeli atas permasalahan antara lain kualitas produk pertanian. Sumber daya manusia petani yang mengelola sektor pertanian masih tergolong rendah dengan perangkat pertanian yang belum memadai.
Untuk diwilayah pedesaan, pasangan Iman menawarkan solusi untuk menjadi program prioritas diantaranya membangun sarana dan prasarana pedesaan, seperti pengairan, irigasi, jaringan jalan, peralatan mesin, lingkungan pemukiman, membangun akses perhubungan darat terutama yang berhubungan dengan kantong-kantong produksi pertanian, perkebunan, serta perikanan dan kelautan.
“Ya, kita ingin mendorong upaya pembangunan yang berbasis pedesaan. Kota tinggal ditata agar tidak terjadi banjir, terlihat bersih, kebutuhan tenaga listrik terpenuhi, kemudian pembangunan di pedesaan semakin di tingkatkan untuk lebih baik,”tutupnya.***