Selasa, 06 April 2010

Kediaman Inspektorat Sulteng di Bobol Maling

Andi Indra (6/4/2010) Palu - Kediaman Kepala Inspektorat Sulteng, Mulyono yang terletak di Jalan Cenderawasih Nomor 31, Selasa (6/4) dibobol maling. Akibatnya, uang senilai
Rp160 ribu, satu buah HP Nokia 6600 dan cincin raib.

Kepada wartawan, korban Mulyono dan istrinya, Andi Suryani mengatakan, pencurian dirumahnya terjadi sekitar pukul 14.00 Wita. Diperkirakan, pelaku lebih dari satu orang. Maling tersebut masuk dengan memanjat tembok belakang rumah, lalu mencongkel pintu samping dan pintu kamar.

“Sekitar pukul 14.30 Wita, saya masuk ke rumah. Ketika saya masuk, ada orang lari di belakang rumah ini. Setelah saya cek, ternyata pintu samping rumah saya, pintu kamar tidur dan pintu lemari telah dibongkar,”jelas Andi Suryani.

Selain itu, lanjut Andi Suryani, seluruh kamar dirumahnya dimasuki pencuri. Buktinya, sejumlah lemari pakaian dibongkar oleh pelaku. Bahkan, pelaku sempat merokok di dalam rumah, karena di kain penutup kepalanya terdapat abu rokok. “Mungkin kain penutup kepala itu dijadikan asbak oleh pelaku,”tuturnya.

Lebih jauh Andi Suryani mengatakan, memang rumahnya sering kosong, karena ia dan suami setiap hari bekerja. Sebelum kejadian ini, terangnya, dia sering melihat lelaki mengendarai motor yang mundar-mandir di depan rumahnya. Bahkan, kalau malam hari, sering ada yang pencet bel.

Kasus pencurian di rumah pejabat tersebut ditangani Polsek Palu Selatan. Tim identifikasi juga telah melakukan olah TKP dan mengambil sidik jari pelaku.**

1700 Personel TNI Bakal Amankan Kunjungan Wapres di Palu

Andi Indra (6/4/2010) Palu - Pangdam VII Wirabuana, Mayjend TNI Hari Krisnomo mengaku siap mengamankan kunjungan Wakil Presiden (Wapres) Boediono, untuk membuka kegiatan Festifal Maulid Nusantara (FMN) ke
5 yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada 9 April mendatang. 1700 personel TNI akan dilibatkan dalam pengamanan itu.

Kalau ada mahasiswa yang akan melakukan aksi unjukrasa, kata Pangdam, itu sah-sah saja, karena hak mereka. Namun, aksi unjukrasa itu tak akan bisa dilakukan di tempat-tempat atau jalur-jalur kunjungan wapres, karena kami tak mengizinkannya,”ujar jenderal bintang dua itu didampingi Komandan Korem 132/Tadulako, Kol Kav M Thamrin Marzuki, kemarin (6/4).

Dia mengatakan, seluruh jalur yang dilalui wapres akan dijaga ketat. Seluruh personel TNI, mulai dari sniper, infanteri, dan kavaleri akan disiagakan, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kita tidak ingin mengambil risiko. Sesuai prosedur tetap 9Protap) pengamanan, kami akan membuat ring-ring, yang tidak semua orang bisa masuk. Namun, jika terjadi suatu hal di dalam ring-ring tersebut, kami akan mengambil tindakan,” jelasnya.

Meski demikian, lanjut mantan Asisten Logistik KSAD tersebut, pihaknya optimis tak ada gangguan saat kunjungan wapres. Untuk itu, ia meminta seluruh komponen masyarakat agar berpartisipasi melancarkan kunjungan RI 2 ini. Sebab, kedatangan Wapres ke Sulteng akan membawa kemajuan daerah ini.

“Setelah wapres melihat Sulteng, ia akan memberi bantuan peningkatan pembangunan daerah ini, sehingga masyarakat Sulteng sejahtera. Olehnya, mari kita menghargai tamu, apalagi yang berkunjung adalah kepala negara,” tuturnya.

Tinjau Kebun Jagun Milik Batalyon

Selain memantau kesiapan pasukan dalam rangka kunjungan wapres, kedatangan Pangdam juga dimaksudkan untuk kunjungan kerja (kunker), pasca dilantik sebagai Pangdam VII Wirabuana Januari silam, menggantikan Mayjend TNI Djoko Susilo Utomo.

Rencananya, Pangdam akan meninjau kebun jagung milik Batalyon 711, dan menanam bawang di Desa Sidera, Kabupaten Sigi. Pangdam juga akan memberi bantuan pupuk organik ‘Hantu Wirabuana’ kepada sejumlah petani.

Pangdam VII Wirabuana tiba di Bandara Mutiara sekitar pukul 13.30 Wita, kemarin (6/4). Kedatangan Jenderal dua bintang itu disambut oleh wakil Gubernur Provinsi Sulteng H Achmad Yahya SE MM, Ketua DPRD Provinsi Sulteng Prof Aminuddin Ponulele, Danrem 132 Tadulako, Kol Kav M Thamrin Marzuki, Kapolda Sulteng Brogjend Pol M Amin Saleh, beserta pejabat tinggi jajaran Korem 132 Tadulako.**

Wakapolda Sulteng di Mutasi ke Bali

Andi Indra (6/4/2010) Palu - Mutasi jabata terhadap orang nomor dua di Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng bakal digelar. Informasi yang dihimpung media ini di Mapolda Sulteng, Jalan Samratulangi, Palu, Selasa (6/4), Wakapolda Sulteng Kombes Pol I Komang Udaya, bakal dimutasi ke
tempat tugas baru yakni sebagai Wakapolda Bali.

Sementara, Wakapolda yang bakal menggantikan posisi I Komang Udayana adalah Kombes Pol Drs Dewa Made Persana, yang diketahui sebelumnya bertugas di Itwasum Mabes Polri.

Dengan dimutasinya Wakapolda lama, I Komang Udayana menjadi Wakapolda Bali, maka secara otomatis, dilihat dari tipe kota A, I Komang Udayana akan naik pangkat dari Kombes Pol menjadi Brigjen Pol.
Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Irfaisal Nasution SH , yang dikonfirmasi media ini malam tadi membenarkan aka nada mutasi jabatan Wakapolda Sulteng. “Telegram Rahasia (TR) nya sudah turun dan tempat tugas beliau yang baru menjadi Wakapolda Bali. Dan penggantinya dari mabes Polri,”ujarnya.

Saat ditanya soal pelaksanaan serah terima jabatan (Sertijab), Irfaizal mengaku belum mengetahui kapan sertijabnya dilaksanakan. Sebab, TR mutasi Wakapolda dari Mabes tidak mencantumkan tanggal pelaksanaan sertijab,singkatnya.

Polisi Bekuk Dua Pelaku Mutilasi di Palu Utara

Andi Indra (6/4/2010) Palu - Jajaran Polsek Palu Utara, Selasa kemarin (6/4), membekuk dua pelaku mutilasi sapi yang beraksi
di Kecamatan Palu Timur dan Palu Utara.

Kapolsek Palu Utara, AKP Syaiful Mustofa kepada wartawan membenarkan penangkapan terhadap kedua pelaku tersebut. Keduanya bernama Zainuddin alias Said (34) dan Nahar alias Labi (31). Keduanya juga merupakan warga Pantoloan, Kecamatan Palu Utara.

Menurutnya, dalam menjalankan aksinya, mudos yang digunakan oleh kedua pelaku dalam menjalankan aksinya dengan memasukkan potas ke dalam pisang, kemudian pisang tersebut dimasukkan ke mulut sapi. Setelah sapi tersebut lemas, pelaku langsung memotong empat kaki sapi tersebut.

“Kita terus melakukan pengembangan kasus mutilasi ini. Setelah diselidiki dan sejumlah informasi masyarakat, kami berhasil membekuk dua pelaku tersebut,''ujar Syaiful.

Saat ini, terang Syaiful, kedua pelaku mendekam di sel tahanan Mapolsek Palu Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Lebih jauh perwira tiga balak ini, pihaknya meminta kepada masyarakat setempat untuk tetap berhati-hati dan waspada. Khususnya kepada pemilik ternak untuk berhati-hati dan mengandangkan ternaknya, sehingga pelaku mutilasi tidak bebas beraktifitas yang seperti ini lagi,”tutupnya.**

Senin, 05 April 2010

Inpres Percepatan Pembangunan Sulteng 'Banci'

Andi Indra (5/4/2010) Palu - Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah HB Paliudju, mengatakan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2008 tentang percepatan
pembangunan di Sulawesi Tengah (Sulteng) ‘banci’.

Hal tersebut ditegaskan Paliudju, dalam acara pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Sulteng, yang dilangsungkan di Convention Hall Swiss Bell Hotel, Palu, Jalan Malonda, Senin (5/4) kemarin.

Menurut Paliudju, inpres percepatan pembangunan Provinsi Sulteng tidak sama dengan inpres percepatan pembangunan di daerah lain. dimana, dalam inpres tersebut, tidak ada pasal yang mengatur tentang keuangan. Sementara di daerah lain seperti Maluku, jelas mempunyai anggaran dari pusat.

“Inpres kita tidak ada pasal yang mengatur anggaran pembangunan dari pusat. Bahkan, dalam pasal-pasal, tidak ada sama sekali yang mengatur hal tersebut sehingga bisa digolongkan banci,”tutur Paliudju.

Meski dikatakan inpres tersebut banci, sambung Paliudju, pihaknya akan melakukan kembali lobi ke presiden untuk memperpanjang masa inpres tersebut. Bahkan, pemerintah daerah sudah melakukan komunikasi kembali dengan kementrian terkait untuk mengucurkan anggaran dari pusat tentang percepatan pembangunan yang di inpreskan seperti perluasan bandara udara Mutiara Palu, rumah sakit Undata, dan beberapa pembangunan lainnya.

”Mudah-mudahan ini bisa diperpanjang sampai tahun 2011 dan dananya segera dikucurkan dari kementrian terkait,”ujar Paliudju.

Menanggapi soal inpres tersebut, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal pemilihan Provinsi Sulteng, Hj Nurmawati Dewi Bantilan SE, pihaknya sudah juga sudah melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini Presiden untuk perpanjangan inpres tersebut.

Selain itu, Nurmawati yang saat ini duduk di komite IV DPD RI yang membidangi soal Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah, dan Pajak, bersama tiga anggota DPD lainnya juga akan menindaklanjuti soal inpres agar kucuran dana soal inpres bisa direalisasikan oleh kementrian terkait, meski dalam pasal seperti yang dimaksud Guberur sebelumnya tidak terdapat pasal yang mengatur soal anggaran inpres tersebut.

Inpres nomor 7 tentang percepatan pembangunan adalah keputusan yang dilandasi dengan peraturan pemerintah yang mempunyai ketetapan hukum jelas. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak merealisasikannya, tandasnya.**